Sabtu, 24 Januari 2009


Anda Pilih Upah Atau Bonus ?

Anda Pilih Upah Atau Bonus ? - Apabila pertanyaan ini ditujukan kepada saya mungkin saya akan memilih dua-duanya dapat upah dan bonus, siapa yg tdk mau.
tapi kalau harus memilih salah satu di antaranya saya pribadi lebih memilih bonus dari jaringan.
alasannya ?
Saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya dimana hal inilah yang banyak dan umum terjadi di negeri kita tercinta indonesia.
Melihat kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk ke perguruan tinggi. Ditambah minat dari diri saya yang memang kurang, maka saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah menengah kejuaran ( SMK ). Tujuan saya tentunya berharap setelah tamat bisa mendapatkan pekerjaan.
sekolah saya memang berbeda dari yang lain dimana jenjangnya sampai kelas IV. ketika duduk dikelas IV, saya mendapatkan tawaran untuk bekerja di salah satu perusahaan yang berada di Bekasi jawa berat. Sebagai orang yang mengharapkan pekerjaan, tentunya saya sangat senang menerima tawaran ini lalu saya putuskan untuk meninggalkan kota Makassar menuju Bekasi.
Setelah saya bekerja diperusasahaan tersebut saya mulai merasakan betapa sulitnya mendapatkan uang yg dibutuhkan semua orang. Waktu, tenaga dan pikiran rasanya semua diberikan kepada perusahaan tapi beginilah seharusnya yang dilakukan seorang karyawan. Dengan prinsip orang lain bisa saya pun bisa, maka saya tetap bertahan dan bekerja dengan sebaik-baiknya.
Namun, entah aku ini termasuk orang yang tidak bisa bersyukur atau bagaimana ?
Aku merasa upah yang saya terima tidak sesuai dengan tenaga, waktu dan pikiran yang saya korbankan untuk perusahaan meskipun sebenarnya upah itu sudah diatas standadr UMR. Keluhan yang sama juga hampir keluar dari semua rekan-rekan saya.
Saya pribadi paham bahwa untuk mencapai kesuksekan tidaklah mudah dan tentunya membutuhkan pengorbanan. kata-kata itu sepertinya setiap saat kita bisa dengar dan baca. Sangat sulit memang untuk menentukan sikap, salah melangkah bisa menyesal.
Ketika aku memperhatikan nasib karyawan yang Iebih senior dari saya, saya pun sudah bisa menebak seperti apa masa depan dengan latar belakang pendidikan SMK seperti saya.
Bahkan rekan-rekan saya yang menyandang gelar sarjana nasibnya tidak jauh berbeda dengan yang lain.
Kata-kata yang terdengar dari mulut mereka setelah menerima upah ialah '' rasanya upah ini tdk sebanding dengan apa yang saya beri kepada perusahaan "
tentunya ditambah lagi dengan omelan-omelan dari atasan yang tidak ada habisnya.
Akhirnya setelah setahun lebih bekerja saya berhenti dari perusahan tersebut bukan dengan alasan upah yang kurang tapi kesehatan saya yang memang terganggu.

Dalam kondisi kesehatan yang masih kurang stabil ada salah seorang teman saya yang menawarkan untuk bergabung di bisnis jaringan Viral marketing Untuk Pulsa elektrik. Saya putuskan untuk gabung di bisnis tersebut, karena biaya pendaftaran gratis. Artinya orng lain pun akan mudah menerima bisnis ini karena saya sendiri mudah menerimanya. Hal yang perlu diperhatikan dalam bergabung di bisnis jaringan menurut saya ialah, Apakah bisnis tersebut mudah diterima orang setelah kita bergabung ?
jawabannya kalau anda menerimanya dangan mudah berarti orang lain pun tidak jauh beda dengan anda.
Meskipun saya kurang sehat saya tetap bisa menjalankan bisnis tersebut dimana caranya seperti ini :
Apabila anda merasa kurang sehat maka rekrutlah orang yang sehat !
Apabila anda merasa tidak pandai bisnis maka rekrutlah orng yg pandai bisnis !
sangat mudah bukan ?
kenapa say menulis judul pilih mana upah dari pekerjaan atau bonus dari jaringan ?
karena ternyata ada perasaan yang sangat berbeda ketika menerima upah atau bonus terutama masalah KEPUASAN HATI.
Saya dapat merasakan ketika saya menerima bonus dari jaringan dibulan pertama yang masih berupa recehan. saya merasa lebih puas menerima bonus recehan daripada upah ratusan ribu.
Meskipun bonus itu nilainya masih sedikit tapi itu justru memicu semangat saya untuk terus mengembangkan jaringan. karena dalam bisnis jaringan apa yang kita hasilkan sesuai dengan apa yang kita kerjakan.
konsep ini lebih adil dibanding bekerja diperusahaan, dimana karyawan yg setengah mati tapi pemilik perusahaan yang kaya raya. belum lagi karyawan yang kerjanya malas upahnya sama saja dangan yang rajin dengan catatan jam kerja sama.
Bagaimana menurut anda ?
Pilih bonus atau upah ?
kalu punya dua-duanya itu lebih bagus.
tapi bagi yang tidak punya dua-duanya apa salahnya anda mencoba untuk gabung dibisnis jaringan. Anda tidak akan pernah tau kalu belum pernah mencoba.
saya siap bekerjasama dengan anda tanpa terkecuali.

salam : Basri Tamang

0 komentar:

Posting Komentar

Anda tidak diperbolehkan berkomentar bersifat promosi produk yang sama dengan di artikel, Apabila anda tetap berkomentar maka komentar anda akan kami Hapus