Senin, 16 Agustus 2010


Cintai Dunia Bisnis

Cintai Dunia Bisnis - Mandiri, berbisnis, dan menjadi seorang pengusaha kalau kita dengar adalah sesuatu hal yang sulit dilakukan untuk beberapa orang tertentu (termasuk saya). Alasannya kenapa ?
Yang utama menurut saya masalahnya ada pada mental. Bukan pada modal materi, kepandaian, atau level pendidikan. Apabila seseorang telah memilik mental di bidang bisnis maka apapun akan dilakukan dan memilik 1001 macam cara untuk mencapai tujuaannya. Sebaliknya seseorang yang tidak memiliki mental bisnis selalu memiliki 1001 macam alasan untuk tidak mewujudkan keinginannya.
Padahal kalau kita melihat dan belajar dari orang-orang yang telah berhasil. Tidak seorang pun yang mencapai keberhasilan dengan mudah. Kalaupun keberhasilan itu berasal dari orang tuanya, tapi belum tentu kakeknya itu adalah orang yang sukses, kalaupun kakeknya orang yang sukses, belum tentu buyutnya sukses dan seterusnya.
Artinya kita tidak mempunyai alasan untuk pesimis menjadi seorang yang sukses di bidang bisnis.
Dalam kehidupan, semua aspek harus saling mengisi. Semua profesi selagi itu halal adalah suatu yang mulia dan tidak boleh di rendahkan. Tapi agar kehidupan itu berjalan dengan baik maka harus ada keseimbangan terutama dibidang ekonomi.
Menurut ahli ekonomi, suatu negara dikatakan sehat secara ekonomi apapila jumlah populasi pengusaha mencapai minimal 5 %.

Lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Berdasarkan data sampai tahun 2010 ternyata jumlah pengusaha Indonesia masih 0,18 %. Dibanding dengan negara tetangga seperti Singapura yang telah mencapai 7 % kondisi negara kita masih jauh dari kata sehat.

Sebagai seorang pemuda Indonesia yang masih jauh dari kata sukses rasanya agak aneh menulis artikel ini. Tapi saya mempunyai prinsip, kalaupun saya tidak diberi kepercayaan oleh Allah untuk menjadi seseorang yang sukses. Setidaknya saya ingin memberi semangat dan inspirasi buat orang lain agar merubah pola pikir ke wirausaha atau bisnis. Karena dari beberapa rekan yang saya temui, kebanyakan diantara mereka sekolah untuk mencari kerja. Kalau ada yang ingin menjadi seorang wirausahawan, mereka masih megeluhkan persoalan modal.

Kalau semua ingin mencari kerja kemana mereka harus bekerja ?
Sampai kapan warga kita terus menjadi TKI/TKW di negeri orang ?
Kalau bukan berawal dari kita semua, kita berharap kepada siapa lagi ?

Bukan sok negarawan, bukan sok nasionalis atau sok ngangkat alis...
Bukan juga sok ingin jadi panutan tapi, tapi saya benar-benar terkejut mendengar jumlah pengusaha Indonesia yang masih memperihatinkan jumalhnya.
Padahal sumber daya manusia dan sumber daya alam kita sangat luar biasa. Di lingkungan saya saja yang tergelong perkampungan kalau di tinjau sebenarnya sangat banyak potensi bisnis terutama di bidang pertanian.

Mudah-mudahan artikel ini memberi motivasi bagi kita semua.

Salam : Basri Tamang

0 komentar:

Posting Komentar

Anda tidak diperbolehkan berkomentar bersifat promosi produk yang sama dengan di artikel, Apabila anda tetap berkomentar maka komentar anda akan kami Hapus