Senin, 06 Desember 2010


Tips Aman Berbelanja Dan Bertransaksi Di Internet

Tips Aman Berbelanja Dan Bertransaksi Di Internet - Semenjak memasuki tahun 2009 sampai sekarang pengguna internet di Indonesia terus berkembang. Moment ini dimamfaatkan sebagian orang untuk mencari rezeki (termasuk saya). Tapi sayangnya beberapa orang memamfaatkan moment ini untuk mencari rezeki yang tidak halal. Imbasnya tingkat kepercayaan konsumen terhadap pebisnis online menjadi berkurang. Hal ini dikarenakan karena banyaknya penipuan yang terjadi oleh para pebisnis online yang tidak bertanggung jawab. Metode penipuan yang banyak terjadi belakangan ini seperti adanya beberapa pihak yang mengaku menjual ponsel Black Market di Internet dengan harga yang sangat murah. Dengan harga yang ditawarkan menyebabkan banyak orang yang tertarik untuk membeli. Padahal setelah uang di transfer barang tak kunjung datang.
Ini tentu sangat merugikan bagi pembeli dan rekan pebisnis lain yang benar-benar menjual barang. Oleh karena itu kita harus waspada sebelum melakukan transaksi online.
Berikut beberapa tips aman dari saya ketika hendak melakukan transaksi online :

1. Ajak si penjual untuk COD (transaksi langsung)

Semisal anda berada di kota Makassar sedangkan penjual berada di Jakarta, maka anda dapat memancing si penjual untuk melakukan transaksi COD. Anda boleh mengaku punya keluarga di Jakarta walaupun sebenarnya tidak punya . Kalau sipenjual bersedia untuk melakukan COD berarti ini 1 point plus untuk menambah kepercayaan. Tapi apabila sebaliknya sipenjual tidak mau melakukan COD dengan berbagai alasan maka pesan bang napi waspadalah.....waspada !!!

2. Minta No Resi bukti pengiriman

Kalau si penjual sudah pernah melakukan beberapa transaksi maka pasti si penjual tersebut memiliki No Resi Bukti pengiriman yang pernah mereka lakukan. Baik itu melalui POS, Tiki, JNE dan jasa pengiriman lain semuanya menggunakan No Resi.
Kalau si penjual bersedia memberi No Resi maka mintalah lebih dari satu. Setelah itu lakukan pengecekan di web jasa pengiriman tersebut. Kalau memang si penjual pernah melakukan transaksi maka pada web jasa pengiriman tersebut akan ditampilkan tracking pengiriman dengan status DELIVERED dan nama pengirim tentu nama si penjual. Kalau demikian berarti 1 point plus lagi untuk sipenjual. Tapi kalau tidak punya atau alasan tidak mau memberi maka waspadalah.

3. Perhatikan Kwalitas Promosi Dari Si Penjual

Hal yang perlu anda perthatikan adalah, apakah sipenjual memiliki blog atau website yang cukup berharga. Berharga disini ya tentunya berkwalitas, domain berbayar atau gratisan bukanlah jaminan tapi bagaimana kita melihat traffic blog atau website tersebut. Harap waspada terhadap penjual yang hanya mempromosikan barang melalui iklan baris.

4. Tawarkan Transaksi Melalui Rekening Bersama (Rekber)

Metode ini sebenarnya tergolong baru. Rekening Bersama adalah jasa perantara si penjual dan pembeli. Rekening Bersama ini sifatnya penitipan. Saya beri contoh :
Misalnya si A ingin membeli barang terhadapa si B, Antara si A dan si B sepakat melakukan transaksi melalui Rekening Bersama (Rekber).
Caranya adalah harus ada kesepakatan dari ke 3 pihak,
Pembeli melakukan transfer dahulu ke Rekber. Setelah uang masuk dan disampaikan ke penjual maka sipenjual segera melakukan pengiriman barang. Setelah ada konfirmasi dari si pembeli kalau barang telah diterima maka uang segera diteruskan ke penjual. Tentunya ada potongan atau fee tertentu yang dilakukan oleh jasa Rekber. Kalau anda berminat melakukan transaki via rekber silahkan cari rekber yang bisa dipercaya, Silahkan browsing untuk mencari informasi.

Catatan : Point ke 4 ini tidak perlu dilakukan apabila point ke 1 ke 2 dan ke 3 meyakinkan. Alasannya beberapa toko online tidak mau melakukan transaksi dengan metode ini karena terlalu ribet.

5. Minta semua kontak sipenjual.

Point ke 5 ini juga patut dipertimbangkan, mintalah semua kontak si penjual yang bisa dihubungi seperti nomor telpon, ID YM, akun facebook, twitter dan lain-lain.
Kalau sudah diberi, amati dan teliti apakah orang tersebut cukup terbuka dengan kontak-kontaknya. Misalnya seberapa sering online di YM atau facebook. Semua dapat kita pertimbangkan. Apabila orang tersebut merupakan penipu dapat dilihat dari jarangnya orang tersebut berkomunikasi dengan daftar teman di facebook. Hal ini disebabkan karena si penipu mungkin menggunakan akun palsu dan tidak megenal orang-orang yang ada di daftar temannya.

6. Lihat Popularitas Orang Tersebut

Popularitas si penjual juga boleh dipertimbangkan. Orang-orang yang telah lama berbisnis dan memiliki nama baik serta popularitas tidak semudah itu merusak nama baik mereke dengan menipu. Cara melihat popularitas ini dapat dilihat dari nama toko online penjual tersebut (kalau memiliki toko online). Atau juga dapat dilihat dari kwalitas blog atau website si penjual.
Untuk melihat popularitas ini memang tidak mudah apalagi untuk orang-orang yang jarang menggunakan internet. Jadi boleh dianggap penting boleh juga tidak.

7. Ber transaksilah melalui saya

Point ke-7 ini dapat anda pertimbangkan juga kalau saya memiliki barang yang anda butuhkan karena saya juga memasarkan beberapa produk di internet. Kalau bertransaki melalui saya insya Allah dijamin barang anda sampai ditempat dengan selamat (sekalian promosi....hehehe)
Point ke-7 ini juga tidak terlalu penting karena saya tentu tidak memiliki semua barang yang dibutuhkan oleh pembaca. Tapi kalau barangnya ada sama saya boleh anda pertimbangakan. Kalau mau melihat barang-barang yang saya pasarkan di internet silahkan klik disini.

Nahhh...demikian tips aman bertransaksi online dari saya.
Mudah-mudahan bermamfaat !!!

Salam : Basri Tamang

3 komentar:

Iklan Joglo on 10 Desember 2010 21.39 mengatakan...

Ehm terima kasih banyak bro informasinya sangat membantu sekali untuk kita2 yang masih baru menapak didunia online.Thanks berat ya...

Basri Tamang mengatakan...

Ok, sama-sama bro.....saya juga masih newbie kok, hanya ingin berbagi pengalaman.

cv terminaltransit on 9 Januari 2011 11.10 mengatakan...

jadi hrs hati2, karena banyak penipu.
http://terminaltransit.blogspot.com

Posting Komentar

Anda tidak diperbolehkan berkomentar bersifat promosi produk yang sama dengan di artikel, Apabila anda tetap berkomentar maka komentar anda akan kami Hapus