Selasa, 01 Maret 2011


Keberhasilan Berawal Dari Keyakinan (Menurut Saya Ini Tidak Benar)

Keberhasilan Berawal Dari Keyakinan (Menurut Saya Ini Tidak Benar) - Sebelum lebih jauh menuliskan opini saya terlebih dahulu saya sampaikan bahwa ini hanyalah sebatas opini saya pribadi yang bisa saja salah. Anda tentu punya opini sendiri tapi saya harap jangan berkomentar kalau belum membaca sepenuhnya artikel ini.

Banyak orang yang mempunyai pendapat bahwa untuk berhasil maka kita harus yakin. Apakah benar demikian ?
Jawaban saya tidak, tapi saya tidak melarang anda untuk yakin kalau memang anda bisa mendatangkan keyakinan itu.
Terlebih-lebih saya tidak menganjurkan anda untuk pesimis.

Mungkin anda juga akan bertanya buat apa saya menulis artikel seperti ini yang mungkin tidak penting dan judulnya sedikit kontroversional.
Tujuan saya adalah mengajak pembaca lebih santai dalam menghadapi suatu masalah apapun itu tanpa mendewakan yang namanya keyakinan.

Saya kasih contoh pada persoalan kesehatan.
Menurut penelitian para ahli dan menurut pendapat sebagian dokter.
Kesembuhan seorang pasien sangat didukung oleh keyakinan bahkan 70 % kesembuhan berasal dari keyakinan dan 30 % berasal dari obat.

Pendapat diatas menurut saya tidak terlalu tepat dan tidak sepenuhnya salah juga.
Mungkin benar bahwa kesembuhan itu didukung oleh keyakinan tapi pertanyaannya keyakinan
ini datang dari mana ?

Apa bisa keyakinan ini dibuat-buat ?
Menurut saya keyakinan itu harus berawal dari pembuktian. Kalau belum ada bukti mana mungkin anda bisa yakin.

Berbeda halnya ketika anda sudah mulai menelan obat. Walaupun anda ragu dan tidak yakin sebelumnya tapi ketika tingkat kesehatan anda mengalami kemajuan setelah menelan obat tersebut barulah keyakinan tersebut mulai muncul karena telah ada pembuktian.

Sekarang cobalah adakan survei dengan browsing menggunakan kata kunci "Testimoni Kesembuhan"

Hasil yang saya baca dari para testimoni orang-orang yang telah sembuh dari penyakitnya dengan perantara Obat atau produk-produk tertentu, 90 % diantara mereka sembuh justru ketika mereka telah mulai tidak yakin lagi dengan produk apapun. Keyakinan dan semangat mereka baru muncul setelah merasa sedikit ada kemajuan setelah mengkonsumsi produk tertentu.

Lalu bagaimana dengan binatang yang sakit dan sembuh ketika diberi obat, apa karena binatang itu yakin ?

Jadi bagaimana mungkin kesembuhan itu 70 % berasal dari keyakinan ?
Orang yang mempunyai pendapat seperti ini hanyalah orang yang ikut-ikutan dengan apa yang orang lain tulis atau katakan.

Kalau menurut saya keberhasilan itu didukung oleh beberapa hal yaitu :

  1. Takdir (Kehendak Allah)
  2. Kerja Kerasa (Usaha)
  3. Do'a
Keyakinan hanya akan mengikuti arus kemana pembuktian itu bergerak.
Contohnya ketika anda akan menghadapi ujian.
Kalau anda ingin berhasil tentu harus melaksanankan point ke-2 dan ke-3 hal diatas yaitu usaha dan do'a. Dan apapun hasilnya yakinilah bahawa itu adalah takdir.
Pertama-tama yang anda lakukan tentu adalah belajar keras.
Kalau anda belajar dengan giat maka ketika menghadapi ujian pasti keyakinan muncul bahwa saya akan mampu mengjawab soal-soal yang akan diujikan.
Dan ketika ujian berlangsung dan andca merasa mampu menjawab sekitar 90 % soal-soal dengan tepat maka keyakinan akan lulus pun akan muncul.

Ketika tiba waktunya pengumunan dan anda lulus ini bukan karena anda yakin tapi karena pertama.

  1. Anda berusaha
  2. Anda berdo'a
  3. Allah mentakdirkan anda untuk berhasil.

Dengan melaksanan 3 point diatas maka anda akan selalu merasa santai sekalipun anda gagal. Karena dengan yakin bahwa ini adalah takdir maka kita juga yakin bahwa ini adalah yang terbaik. Kalau hal tersebut adalah yang terbaik kenapa harus sedih ?

Kalau anda menghilangkan salah satu point diatas maka hasilnya bisa gawat contohnya :
Banyak siswa yang berupaya bunuh diri karena tidak lulus ujian.
Banyak caleg yang jadi depresi berat ketika tidak lolos menjadi anggota dewan.
Banyak remaja depresi berat ketika gagal dengan cintanya.
Banyak pengangguran depresi berat ketika belum menemukan pekerjaan.

Penyebab semuanya itu adalah tidak menjalankan ke-3 point diatas terutama tidak meyakini adanya takdir.

Tapi Allahu a'lam....kita juga tidak boleh menyalahkan rekan kita yang mungkin depresi berat karena suatu masalah karena tidak terlepas dari yang namanya takdir masing-masing. Tugas kita hanya saling menasehati karena belum tentu kita kuat kalau dihadapkan dengan masalah yang sama.

Kesimpulan :
Ketika anda ingin berhasil dalam suatu hal maka yang pertama anda lakukan adalah berdo'a kemudian berusaha sekuat mungkin dan yakinilah bahwa apapun hasilnya itu adalah takdir anda.

Dan ingat !

Allah SWT berfirman :

"Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka mau merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri (QS. 13:11)."

Karenanya jika kamu memohon sesuatu hal kepada Allah maka siapkanlah (rubahlah) dirimu terlebih dahulu sehingga kamu pantas mendapatkan apa-apa yang kamu mohonkan kepadanya.

Salam : Basri Tamang

0 komentar:

Posting Komentar

Anda tidak diperbolehkan berkomentar bersifat promosi produk yang sama dengan di artikel, Apabila anda tetap berkomentar maka komentar anda akan kami Hapus