Selasa, 14 April 2015


Pengalaman Buruk Pernah Menjadi Perokok, Depresi, Cemas, Psikosomatik


Bismillahi Rahmanirrahiem
Semoga tulisan ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan memberikan mamfaat bagi orang lain, saya akan menceritakan pengalaman hidup saya yang  sangat-sangat buruk. Malam ini, Senin Tanggal 14 April 2015 saya menulis artikel ini.

Saya seorang pria yang saat ini berusia 29 tahun, saya akan menceritakan pengalaman mengerikan dalam hidup saya dan semua ini diakibatkan karena rokok, masalah yang saya alami selama bertahun-tahun akhirnya saya temukan penyebabnya dan ternyata penyebab tersebut saya anggap sepeleh sehinggat tidak pernah saya duga sama sekali sebelumnya.

Sekitar tahun 2002 yang lalu saya bersekolah di salah satu STM (SMK) di kota Makasar, menurut teman-teman saya dianggap sebagai siswa yang berprestasi terbukti dari nilai raport yang selalu terbaik diantara teman-teman lainnya. Namun disisi lain adanya rasa ingin tahu dalam pergaulan membawa saya mengenal yang namanya ROKOK. Berawal dari iseng pada saat itu lalu akhirnya kecanduan meski dalam skala yang ringan, ohhh iya kebiasaan merokok tersebut baru saya lakukan setelah kelas III tepatnya tahun 2005. Hari demi hari sejak mengenal rokok porsi kecanduan pasti akan terus meningkat tapi  hal tersebut masih saya anggap wajar jadi belum ada niat kuat berhenti merokok hingga saya duduk di kelas IV, sekolah kami memang berbeda dengan sekolah setingkat SMU lainnya yang hanya sampai kelas III.

Waktu duduk di kelas IV, kebetulan saya terpilih sebagai siswa yang akan dikirim ke salah satu perusahaan dibidang permesinan di Cikarang Bekasi Jawa Barat. Hal ini membuat saya merasa sangat senang karena perusahaan tersebut bersedia mempekerjakan saya layaknya karyawan. Saya merasa cita-cita untuk hidup mandiri akan segera terwujud.

Salah satu persyaratan untuk dikirim ke perusahaan tersebut adalah melakukan medical check up terutama pada bagian paru dan jika hasilnya sehat maka saya dan beberapa teman lain yang terpilih akan segera dikirim. Karena persyaratan tersebut saya segera menghentikan kebiasaan merokok secara total sebelum melakukan medical check up. Disinilah awal efek gangguan kesehatan tersebut saya rasakan, saya merasa lemas, nafas agak pendek dan berat, merasa dingin , jantung berdebar, sedikt merasa cemas dan tidak nyaman, singkatnya tidak fit. Sayangnya saya tidak mengetahu bahwa itu adalah efek samping dari tiba-tiba berhenti merokok yang sebenarnya adalah efek wajar. Tapi karena ketidak tahuan, efek tersebut saya rasakan sangat aneh, saya merasa seolah akan sakit sehingga menambah kekhawatiran saya, kekhawatiran akan sakit disebabkan karena pada masa tersebut adalah waktu dimana sekitar seminggu lagi saya akan berangkat ke Cikarang. Jika seandainya saya benar-benar sakit maka hal yang sangat saya harapkan tentu akan bermasalah, bisa jadi saya akan gagal di berangkatkan, karena fikiran tersebut ditambah efek dari proses berhenti merokok membuat pikiran semakin tidak tenang, dan itu berlangsung seminggu sampai pada hari pemberangkatan. Bahkan setibanya di Cikarang efek tersebut masih terasa, ditambah perasaan sedih karena berada di tempat yang jauh dari orang tua dengan kondisi lingkunagn yang berbeda dari lingkungan saya sebelumnya.

Setelah sekitar seminggu di Cikarang, efek tersebut mulai berkurang, tapi sayangnya saya kembali mencoba untuk merokok dan semakin hari saya merasa makin sehat, gejala yang pernah saya rasakan semakin hari semakin berkurang dan hilang setelah saya memasukkan kembali zat nikotin tersebut kedalam tubuh saya. Hingga pada akhir tahu 2006 saya mengalami gangguan kesehatan yang saya perkirakan akibat kelelahan karena pola makan dan istirahat/tidur yang kurang. Gangguan kesehatn tersebut sebenarnya wajar dan dengan istirahat dan berobat Insya Allah sembuh, akan tetapi saya kembali berniat dan mencoba untuk berhenti merokok, karena kekhawatiran rokok tersebut akan semakin merusak kesehatan saya, Tapi disinilah masalah beratnya, proses berhenti merokok tersebut kembali memberi efek yang sama bahkan dalam kondisi yang lebih parah karena faktor lemahnya fisik ditambah gangguan psikologi dari proses terhentinya kebiasaan merokok tersebut. Apa yang saya rasakan benar-benar sangat tidak nyaman, kondisi tubuh sangat lemah nafas pendek, cemas, khawatir, stress, jantung berdebar yang menimbulkan pikiran aneh lainnya. Pikiran tersebut semakin aneh ketika kondisi fisik saya semakin drop tapi dokter sendiri tidak menemukan adanya gangguan fisik yang parah, bahkan saya dinyatakan baik-baik saja dan dianjurkan untuk rawat jalan. Jika saja saya ketahui bahwa gangguan psikis yang saya alami akibat efek berhenti merokok, mungkin saya bisa sedikit lebih baik karena saya tidak kebingunan dan berfikir macam-macam. Akan tetapi karena faktor ketidaktahuan sehingga membuat pikiran saya semakin kacau yang akibatnya hanya semakin memperburuk kondisi mental dan fisik saya. Keadaan tersebut membuat beberapa rekan saya berfikiran kalau saya terkena gangguan non medis sihir dan sejenisnya.

Karena kondisi yang tidak kunjung membaik, pada bulan Januari Tahun 2007 saya memutuskan untuk kembali ke Kampung halaman , Desa Pucak Maros, Sulawesi Selatan. Niat saya adalah untuk berkonsentrasi melakukan pengobatan.

Karena telah berada di Kampung halaman saya merasa lebih senang sehingga turut memperbaiki kondisi psikis yang efeknya juga lebih memperbaiki kondisi fisik saya, sebulan kemudian perlahan kondisi saya mulai membaik dan kembali mencoba untuk beraktivitas seperti biasa. Tapi lagi-lagi kembali saya mengkonsumsi rokok. Hingga 4 Bulan kedepan kondisi saya memang mengalami kemajuan dan perbaikan. Tapi memasuki bulan ke-5 kondisi saya kembali semakin menurun mungkin benar saya mengalami penyakit fisik seperti gangguan pencernaan tapi yang paling parah adalah efek dari rokok tersebut, hingga pada akhirnya saya kembali mencoba untuk berhenti merokok yang lagi-lagi menimbulkan efek yang lebih buruk dari sebelumnya.

Karena kondisi yang terasa sangat buruk, saya meminta sendiri untuk dibawah ke RS Wahidin Sudiro Husodo makasar untuk berobat dan dirawat, Tapi ternyata setelah melakukan berbagai macam medical check up. Dokter menyatakan fisik saya sangat baik dan tidak ada masalah. Hal ini membuat saya semakin bingung dan depresi karena apa yang dikatakan oleh Dokter berbeda dengan apa yang saya rasakan, saya merasa sakit sangat parah tapi dokter menyatakan saya dalam keadaan sehat. Dan mungkin pada saat itu saya sudah mengalami gangguan psikosomatik.

Apa yang saya rasakan tersebut benar-benar merupakan pengalaman terburuk yang pernah saya alami. Orang-orang dan saya sendiri semakinberfikir bahwa saya terkena penyakit non medis alias Ghaib. Karena dugaan tersebut maka saya lebih fokus untuk pengobatan dengan metode rukyah dan pengobatan sejenis lainnya, tapi pengobatan non medis yang saya lakukan tidak memberi hasil sesuai yang saya harap, saya merasa kondisi saya tidak lebih baik setelah melakukan berbagai macam metode pengobatan. Jelas saja tidak lebih baik karena pengobatannya salah sasaran. Semakin hari semakin aneh yang saya rasakan, karena stress dan depresi berat, asam lambung jadi naik, efeknya saya benar-benar mengalami gangguan fisik di lambung dan pencernaan, asam lambung yang meningkat tentu mengganggu organ lain seperti jantung dan paru sehingga pernafasan menjadi buruk, lemas, loyo dan gampang pusing dan efek buruk lain yang saya alami adalah gigi keropos karena pengaruh asam dimulut dan perlahan-lahan merusak gigi saya. Beruntunglah ALLAh maha pengasih dan masih mengasihi saya sehingga masih tetap bertahan hidup meski saya pada masa-masa tersebut hanya menghabiskan waktu dirumah.

Dari tahun 2007 sampai saat ini tahun 20015 kondisi saya mengalami naik turun meski secara keseluruahn Alhamdulillah mengalami kemajuan.

Masalahnya adalah karena selama masa tersebut sampai saat sebelum saya menulis artikel ini, saya tidak pernah mengetahui biang kerok dari masalah yang saya hadapi.

.................................................................................

Lalu bagaiman prosesnya sehingga saya menarik kesimpulan bahwa masalah saya ini disebabkan oleh Nikotin dari Rokok ?

Saya berharap ini adalah petunjuk dari Allah SWT dan merupakan awal dari kebangkitan saya menuju hidup yang saya dambakan.

Entah kenapa pada minggu kemarin saya menemukan sisa rokok 2 batang dalam bungkus rokok yang ada di Meja. Tiba-tiba saya mempunyai keinginan untuk mencoba rokok tersebut. Setelah saya mencobanya saya merasa Pusing tapi itu wajar, efek yang biasa perokok rasakan disaat pernah berhenti dan mulai mencobanya lagi. Akan tetapi saya tetap merasa was-was dan mencoba mencari info di internet tentang efek yang dirasakan perokok yang mencoba berhenti. Dan TERNYATA...........

Banyak sekali pengalaman yang sama persis seperti yang saya rasakan, meski ada beberapa efek yang berbeda dari masing-masing orang, karena itu tergantung kondisi fisik dan mental masing-masing orang. Intinya adalah secara Ilmiah, Salah satu efek dari Nikotin ketika masuk kedalam tubuh adalah meningkatkan produksi Dopamin, ketika produksi Dopamin ini meningkat maka sesaat pikiran menjadi terasa lebih nyaman dan rileks, hal inilah yang membuat seorang perokok menjadi kecanduan dan ketagihan.

Namun apa yang terjadi ketika rokok tiba-tiba dihentikan ?
Yang terjadi adalah produksi Dopamin menurun dan akan menimbulkan berbagai macam gangguan psikologis (semacam sakau pada pengguna narkoba) yang efeknya sedikit berbeda pada setiap orang, sekali lagi ini tergantung kondisi fisik dan mental setiap orang. Seperti saya misalnya, Ayah saya yang sama sekali bukan perokok, memang pernah mengalami gangguan Psikosomatik semasa kecil hingga dewasa. Tapi karena beliau bukan perokok sehingga efeknya mungkin lebih ringan dan Alhamdulillah dapat teratasi seiring waktu, Tapi kasus yang menimpa saya ini sejenis komplikasi jadi efeknya terasa lebih berat dari apa yang Ayah saya alami.

Mungkin memang betul, ada gangguan kesehatan lain yang saya alami, tapi saya pastikan bahwa salah satu efek yang memperburuk adalah Kebiasaan saya yang kadang berhenti merokok dan kadang merokok.

Untuk itu Insya Allah mulai saat ini saya bertekad untuk selamanya tidak akan lagi menjadi perokok, karena bagaimanapun keburukan dari rokok itu jauh lebih banyak daripada mamfaat sesaat yang kita peroleh.
Karena pengalaman yang saya alami, saya bertekad untuk mengajak semua orang untuk memerangi rokok.

Sedikit saran bagi anda yang mungkin mengalami masalah akibat rokok seperti saya :

1. Jika sudah mencoba untuk berhenti merokok maka jangan pernah mencoba lagi meski hanya sebatang apapun yang terjadi karena hal tersebut pasti akan sangat merugikan anda, apa yang saya rasakan sudah jelas memberi bukti, karena jika pernah berhenti dan mencoba lagi volume rokok yang dikonsumsi akan bertambah banyak dari sebelumnya.

2. Jika pada saat berhenti merasakan efek seperti yang saya alami, maka yakinilah bahwa efek tersebut hanya efek wajar dari proses berhenti merokok, dimana efek tersebut Insya Allah semakin hari akan semakin berkurang dah hilang sama sekali.

3. Hilangkan pikiran macam-macam saat gangguan psikosomatik tiba karena masalahnya hanya satu, bukan macam-macam sehingga jika anda tetap bertahan untuk tidak merokok, Insya Allah efek ini akan HILANG selamanya.

4. Ketidaktahuan akan efek ini membuat kita berfikir macam-macam dan melakukan pengobatan yang salah sasarab. Oleh karena itu penting kita ketahui agar kita tidak kalah oleh efek menurunnya produksi dopamin tersebut.

Mungkin muncul pertanyaan, Kenapa tidak semua perokok mengalami hal sama seperti pengalan saya diatas ?

Jawabannya adalah : Terlepas dari takdir dan ketentuan Allah, Kondisi mental fisik kita masing-masing berbeda. Efek yang dirasakan oleh seseorang saat mulai mencoba berhenti merokok sangat dipenagruhi oleh kondisi mental dan fisik seseorang. Namun yang pasti, apakah hal seperti diatas dirasakan atau tidak, yang namanya rokok pasti perlahan akan sangat merugikan kita.

Semoga artikel ini dapat bermamfaat bagi semua orang, dan berikutnya Insya Allah saya akan menuliskan artikel tentang CARA MENGHILANGKAN  ROKOK DARI NEGERI INI BAHKAN BUMI INI.

9 komentar:

knight coc on 29 September 2015 09.10 mengatakan...

hadeww saya sdg mencoba berhenti merokok dan spt anda blg kadang melanggar kadang brrhenti lagi dan sudah 4x ke igd rmh sakit.....sering merasa gangguan jtg tp dktr menyatakan jntg saya sehat...sempat usg jantung juga.....

Tenri Ewa on 17 Januari 2016 18.09 mengatakan...

Kalau dari pengalaman saya, masalah itu yg penting kita tau penyebabnya.
Dengan mengetahui bahwa penyebabnya itu hanya karena gangguan syaraf dari reaksi tubuh saat berhenti merokok maka masalahnya akan lebih mudah diatasi Insya ALLAH.

Jadi saat rasa tidak nyaman muncul yakinlah bahwa itu hanya dari perasaan saja dan perasaan itu akan menghilang seiring waktu

rudy permana on 27 April 2016 23.52 mengatakan...

Saya juga rasakan cemas,jantung berdebar,bingung dll..padahal sudah 3bulan tidak merokok..

Media FAKTA on 12 Juli 2016 18.12 mengatakan...

Ass gimana hasil sekarang setelah brrhenti merokok sebab saya juga mengalami hal yang sama dan sudah berbulan bulan,mohon informasi untuk saya trims

Tian mengatakan...

Haloo.
Saya juga baru berhenti merokok sudah 1 bln. Efek yg terjadi sama persis yg dialami oleh rekan2 semua. Berat memang... bingung mau gimana.. mohon info cara mengatasinya..

Trims

Raemon Kova on 27 September 2016 23.10 mengatakan...

Saya 5bln prtama anteng2 aj.masuk bln ke6 baru deh sensasinya datang.dan skrng udh 5bln blm sembuh² jg.

isla silalahi on 5 Oktober 2016 03.36 mengatakan...

Ane brhenti dah 1 bulan lebih ...mang umumny kek gitu mas .tp kita lo lg cemas tetep fokus msa depan yg sehat ...bisa d bantu aj hypnoterapi buat ngilangin stres/cemas. Pst sangat membantu ..

isla silalahi on 5 Oktober 2016 03.54 mengatakan...

Ane brhenti dah 1 bulan lebih ...mang umumny kek gitu mas .tp kita lo lg cemas tetep fokus msa depan yg sehat ...bisa d bantu aj hypnoterapi buat ngilangin stres/cemas. Pst sangat membantu ..

ayesinema chanel on 28 Mei 2017 15.29 mengatakan...

Terima kasih artikelnya, sangat-sangat membantu saya yg sedang dalam proses berhenti merokok. Sama persis seperti apa yg ada di artikel, memang pada intinya adalah mengetahui sumber masalahnya, tapi begitu sdh tau bahwa sumber masalahnya adalah karena dampak berhenti merokok, Insya Allah perlahan akan bisa teratasi. Semoga kita semua selalu diberikan nikmat kesehatan oleh Allah SWT. Amin YRA

Posting Komentar

Anda tidak diperbolehkan berkomentar bersifat promosi produk yang sama dengan di artikel, Apabila anda tetap berkomentar maka komentar anda akan kami Hapus